Jika Allah

Ibn al-Qayyim berkata:

"Jika Allah memudahkanmu untuk selalu bangun shalat malam, maka jangan pernah mencibir mereka yang terlelap tidur…

Jika Allah memudahkanmu untuk selalu berpuasa, maka jangan pernah mencibir mereka yang tidak mengerjakannya…

Jika Allah memudahkanmu untuk terjun di medan jihad, maka jangan pernah mencibir mereka yang tidak mengangkat senjata…

Sesungguhnya betapa banyak orang yang tidur, tidak berpuasa, dan tidak mengangkat senjata, justru mereka lebih baik darimu…

Sesungguhnya, sekalipun engkau tidur semalaman tapi saat bangun pagi engkau dihinggapi penyesalan, maka itu jauh lebih baik daripada engkau tahajjud semalaman tapi saat bangun pagi engkau dihinggapi rasa ujub penuh kesombongan.

Karena orang yang ujub, amal perbuatannya tidak akan pernah diterima Allah Swt.”

(Madarijus Salikin, 1/177)

Yaa Allah, ampuni kami jika masih ada ujub dalam hati kami..

"Let not your love become attachment, nor your hate become destruction."
Umar Ibn al-Khattab (r.a)

Sebatas Draft?

Berapa banyak draft tumblr yang kamu punya? Saya ada 34. Artinya ada 34 posting-an yang belum selesai, belum mau saya post atau masih ragu-ragu untuk saya post. Saya berpikir, jika ini adalah rencana hidup yang harus saya lakukan, maka terlalu banyak draft yang saya punya. Saya harus segera eksekusi atau hapus sama sekali. 

Mengapa begitu? Sebab menurut saya sesuatu yang terlalu lama disimpan hanya akan menambah beban. Setiap kali melihat draft, saya melihat ada sesuatu yang harus saya tuntaskan. Jika belum selesai, saya harus segera selesaikan. Jika belum saya post, harus segera saya rilis. Jika saya masih ragu apakah layak untuk di-post, maka saya harus segera memutuskan. Ini identik sekali dengan rencana hidup—apalagi perasaan. Jangan pernah menjadikannya sebatas d-r-a-f-t, karena hanya akan menjadi beban.

Ketimbang kita harus terbebani sesuatu yang belum pasti, lebih baik segera eksekusi. Apapun hasilnya, yakin itulah yang terbaik.

"Muslim yang baik itu adalah yang bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap orang yang berada di dekatnya."
Tak peduli siapapun dia, termasuk yang memusuhinya sekalipun.
"Jika cintamu tidak menjadikan dirimu semakin dekat kepada-Nya, maka berhentilah! Sebelum segalanya terlambat dan tak ada jalan pulang."

Dua Hal Dari tumblr

Günaydın. Selamat Pagi!

Saya punya dua alasan kenapa saya suka tumblr. Terlepas dari bentuk-bentuk microblog yang relatif banyak, tumblr ini—menurut hemat saya—memiliki banyak kelebihan. Di antaranya, penggunaan yang user friendly dan minimalis, serta kemudahan untuk mengakses laman pengguna lain. 

Nah, dua hal itu—yang saya suka dari tumblr dan para pengguna, terutamanya saat mengakses dan baca-baca laman punya teman-teman di sini. Pertama, kadang saya menemukan tulisan yang unik, menarik dan seringkali lucu banget, bikin saya ketawa sendiri. Saya suka membaca di tengah malam sebelum tidur. Percaya, deh, membaca tumblr orang lain tengah malam itu—apalagi yang bisa membuat kita membalik badan; dari terlentang menjadi tengkurap, itu artinya kita tertarik untuk baca—sangatlah mengasyikkan. Kadang pula menemukan kisah hidup yang mengalir. Saya suka heran dengan mereka yang mampu menuliskan kisah hidup dengan apik dan epik, bagaimana bisa ya? Saya sendiri tak (atau belum) sanggup. Salut untuk kalian yang bisa melakukan itu.

Kedua, saya menemukan seamless music atau backsound tumblr yang bagus dan enak didengar. Sambil baca, sambil dengar. Tepuk tangan untuk mereka yang mampu mengatur pilihan lagu dan pilihan posting-an tumblr. Kalian hebat. Ibarat merawat taman sendiri untuk dinikmati orang banyak. Menata kenyamanan tumblr, bukti sederhana menghargai “wajah” diri di dunia maya. Membaca tiap posting-an dengan melodi tertentu membuat harmoni antara mata dan telinga. Sekali lagi, terima kasih kepada kalian yang berhasil membuat pembaca terus tertarik mengakses laman tumblr kalian—meski diam-diam. Mungkin (wink).

Merawat tumblr sama artinya memberikan kenyamanan kepada orang lain. Semakin mereka menikmati, semakin bermanfaat diri kita. 

"Bertemanlah dengan alam, kau tidak akan pernah kesepian."
"Setiap penulis—tak peduli berapa umurnya, seberapa banyak pengalamannya, dan seberapa bagus tulisannya—memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan inspirasi kepada orang lain."
Ini! Saya ga berani komentar lagi.. :)

Ini! Saya ga berani komentar lagi.. :)

"Siapapun presidennya, kita akan terus sekarat jika kau tidak melakukan sesuatu untuk mengubah kondisi bangsamu—dengan tanganmu, pikiranmu dan keringatmu sendiri."

herricahyadi:

MasyaAllah, anak ini buta dan tidak ingin melihat lagi. Ia hafal al-Quran dan berharap Allah kelak tidak menghukum dia atas kekurangan dirinya. Semua orang di ruangan menangis ketika ia menyampaikan kalimat bijak mengapa ia memilih untuk tetap buta dan mensyukurinya. MasyaAllah..

Jika tidak meleleh air matamu, ada yang salah dengan hatimu. Allah..

Saya suka foto ini.
Meski sangat meyakini di akhirat kelak tempat kita berbeda. Dan selama ada kesempatan hidup, kita pun berdoa agar mereka bisa menerima hidayah Allah SWT. Ini tidak menghalangi kita untuk bermuamalah kepada mereka. Tunjukkan kepada mereka akhlak agung seorang muslim yang kokoh dalam keimanan dan lembut dalam persahabatan. Yakinkan mereka bahwa berada di dekat seorang muslim akan membuat mereka merasa aman dan nyaman. Akidah kita tidak akan luntur, bahkan semakin kuat. Pemahaman syariat kita tidak akan melebur melewati batas-batas yang telah ditetapkan. Inilah “bagimu agamamu, bagiku agamaku”.
Note: Jika kita menganggap semua agama sama atau semua akan masuk surga atau semua punya tuhan yang sama atau semua berasal dari tuhan yang sama, maka kita telah keliru, bahkan syirik. Yang begitu itu akidah liberal. Hati-hati dengan segala jenis pemahaman agama yang menyimpang. Ayo murnikan akidah dan sempurnakan akhlak kita.

Saya suka foto ini.

Meski sangat meyakini di akhirat kelak tempat kita berbeda. Dan selama ada kesempatan hidup, kita pun berdoa agar mereka bisa menerima hidayah Allah SWT. Ini tidak menghalangi kita untuk bermuamalah kepada mereka. Tunjukkan kepada mereka akhlak agung seorang muslim yang kokoh dalam keimanan dan lembut dalam persahabatan. Yakinkan mereka bahwa berada di dekat seorang muslim akan membuat mereka merasa aman dan nyaman. Akidah kita tidak akan luntur, bahkan semakin kuat. Pemahaman syariat kita tidak akan melebur melewati batas-batas yang telah ditetapkan. Inilah “bagimu agamamu, bagiku agamaku”.


Note:
Jika kita menganggap semua agama sama atau semua akan masuk surga atau semua punya tuhan yang sama atau semua berasal dari tuhan yang sama, maka kita telah keliru, bahkan syirik. Yang begitu itu akidah liberal. Hati-hati dengan segala jenis pemahaman agama yang menyimpang. Ayo murnikan akidah dan sempurnakan akhlak kita.

Bukan hanya tidak butuh payung, melainkan saya pasti akan menari-nari di bawahnya.

Bukan hanya tidak butuh payung, melainkan saya pasti akan menari-nari di bawahnya.

Kita Beda

Ini kisah sederhana bagaimana kita menjadi beda.

Orang-orang bicara cinta, kita bicara tentang Mahameru. Mereka dibuai asmara, kita sudah sampai puncaknya.

Mereka menunggu pujaan hati, kita tahu apa yang dituju: berkemah di Kalimati. Mereka berangan tentang cinta, kita telah berlelah-lelah di tanjakannya.

Mereka sibuk dengan nyanyian galau, kita tertawa dengan kegilaan persahabatan. Kita pergi tanpa ada suara kemana pun dan apapun yang kita mau.

so long, Astoria!
I found a map to buried treasure
and even if we come home empty handed
we still have our stories
of battle scars, pirate ships and wounded hearts,
broken bones, and all the best of friendships

I raise my glass to the memories we had (The Ataris)

Ini kita simpan saja. Tak perlu kita umbar di sosial media. Sebab kita bukan anak-anak selfie yang gemar pamer sana-sini.

Kita penikmat senja, peracik kopi di balik tenda, dan pengguna GPS yang kadang keakuratannya setengah-setengah. Kita menikmati dunia, bukan memamerkannya.

Kita beda.

Dirgahayu Indonesia yang ke-69. Salam hangat penuh cinta dari Gaza, Palestina. Dengan suka-cita mereka membawa bendera Indonesia dan mengucapkan selamat. Sama seperti kita memegang erat bendera Palestina dan berharap kemerdekaan segera terlaksana.

Seperti merdeka kami, Palestina, merdeka juga tanahmu menyusul merdeka jiwa-jiwamu yang menjadi teladan untuk kami. Merdeka, Palestina!