Erdogan selalu membuat kejutan. Ia tak terdengar blusukan, tapi rakyatnya semua sejahtera. Ia tidak suka pencitraan, tapi hasil kerja kerasnya sangat nampak di permukaan. Ia tak (suka) diliput media, tapi justru membiarkan rakyat yang bercerita.

Bangganya rakyat Turki punya pemimpin negeri seperti ini.

Erdogan selalu membuat kejutan. Ia tak terdengar blusukan, tapi rakyatnya semua sejahtera. Ia tidak suka pencitraan, tapi hasil kerja kerasnya sangat nampak di permukaan. Ia tak (suka) diliput media, tapi justru membiarkan rakyat yang bercerita.

Bangganya rakyat Turki punya pemimpin negeri seperti ini.

"Dakwah itu butuh hati, bukan butuh piala. Partai Dakwah itu juga butuh hati, bukan sekadar butuh suara."
Kalau hati sudah terbeli, apapun yang dibutuhkan pasti diberi. Partai Dakwah.
herricahyadi:

Sabar dalam menerima dan sabar dalam menunggu..

Reblog, ah. Sabar..

herricahyadi:

Sabar dalam menerima dan sabar dalam menunggu..

Reblog, ah. Sabar..

"Doa yang paling baik bukanlah doa yang paling panjang liriknya, paling fasih diucapkan, terangkai dengan indah atau bersenandung paling syahdu. Doa yang paling baik adalah doa yang dipanjatkan secara tulus di waktu yang tepat."
Berdoa bisa kapan saja. Tapi ada waktu-waktu mustajab. Bukankah doa yang paling baik adalah doa yang dikabulkan oleh-Nya?
"Bersabarlah untuk tetap bersama orang-orang yang gemar melakukan kebaikan, meskipun mereka pernah melakukan kesalahan. Sebab kesalahan yang mereka perbuat belum tentu menggerus kebaikan-kebaikan yang pernah mereka lakukan. Dan mereka tetaplah orang-orang baik."
Tetaplah bersama dakwah dan orang-orang yang bersabar di jalan dakwah.
"Khairu ummah itu bukan yang tidak pernah salah dan tidak pernah kalah. Tapi khairu ummah itu yang mau belajar dari sejarah dan terus berbenah."
Khairu ummah (umat yang terbaik) pasti belajar bahwa hampir 2/3 isi al-Qur’an adalah sejarah dan perubahan tidak akan terjadi jika bukan diri sendiri yang melakukannya. 

Indonesia Makin Dewasa

Indonesia makin dewasa, alhamdulillah. Pemilu berlangsung dengan aman dan meriah: di masjid-masjid rakyat diseru untuk memberikan suara. Semoga rakyat makin terbiasa: menaruh harapan kepada calon penguasa. Asalkan mereka yang diberi amanah tetap pada janji dan sumpahnya. Indonesia, kau mengajari kepada kami untuk selalu berbenah. Penuh cinta, harmoni, dan terus bekerja. Apapun yang terjadi kami tetap melayanimu. Untukmu, Indonesia..

Dalam semua pilihan—jodoh, parpol, jurusan, pekerjaan, dsb—berlaku tiga hal di atas. Sebab kita senantiasa diajari kebaikan, bahkan semenjak hendak menentukan pilihan.

Terima kasih ya Allah atas anugerah dien yang sempurna ini. Alhamdulillah..

Dalam semua pilihan—jodoh, parpol, jurusan, pekerjaan, dsb—berlaku tiga hal di atas. Sebab kita senantiasa diajari kebaikan, bahkan semenjak hendak menentukan pilihan.

Terima kasih ya Allah atas anugerah dien yang sempurna ini. Alhamdulillah..

Speechless.

Seperti dipukul bolak-balik. Bahwa begitulah seorang muslim. Bahagia, berbagi, menolong, inisiatif, tak menghamba terhadap uang, peduli, penuh kasih sayang—bahkan kepada hewan, selalu berdoa, murah senyum. Mari menjadi muslim seutuhnya.

Silent Majority

Guys, tahu tidak sebenarnya ada yang disebut sebagai “silent majority” atau “mayoritas diam”? Siapakah mereka?

Mereka adalah orang-orang yang tidak mengekspresikan opininya—dominan dalam hal politik—di ruang publik. Mereka tidak terlibat dalam diskusi politik, tidak mau dipaksa untuk memilih dan tidak menunjukkan pilihan politiknya secara tersurat. Mereka bisa jadi sudah punya pilihan, tapi disembunyikan.

Silent majority ini jumlahnya sangat besar. Bisa jadi mereka yang nampak tak peduli sebenarnya mendukung. Ini yang harus dijaga dengan ketulusan dan akhlak partai politik. Mereka terjaga dengan kesantunan berpolitik, kampanye yang jujur dan bukti nyata. Mereka bisa menilai lebih rasional karena minus kepentingan. Sebab itu, mengapa instruksi kampanye yang efektif adalah berisi seruan positif dengan kelebihan caleg plus program partai, bukan ofensif dan menjelek-jelekkan partai lain.

Sekian. Semoga bermanfaat. Salam hangat untuk semua kawan-kawan saya yang tidak golput dan akan memilih. Apapun pilihanmu, semoga yang terbaik untuk bangsa ini.. :)

"Pastikan orang-orang terdekat, terutama keluarga kita, yakin dengan apa yang kita bawa. Karena ukuran keberhasilan dakwah adalah penerimaan mereka."
Dakwah haruslah pertama kali selalu tertuju pada keluarga.
"Kemenangan itu diraih dengan kesabaran dan keteguhan. Bukan dengan kedengkian dan caci-maki."
Mari bekerja dan tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita memenuhi syarat menjadi pemimpin negeri.

Oh, ya Allah. Ini dokumentasi komunitas muslim pribumi pertama di Meksiko. Semoga Allah merahmati mereka selalu dan hidup dengan damai serta mendakwahkan Islam dengan kaffah.

VICE Mexico traveled to San Cristóbal—in the southern state of Chiapas, Mexico—to meet Cheb Cheb Ibrahim, one of the first Mexican Indians to convert to Islam and a member of the only indigenous Muslim community in Mexico. There, Cheb Cheb showed off the mosque he has built with the help of Muslim architect Percy Moranchel. (source)

"Kalau benci, jangan terlalu benci. Jika nanti malah jatuh cinta, berubah alur cerita. Kalau cinta, pun jangan terlalu cinta. Jika nanti jadi benci, bisa penuh dengan caci-maki."
Refleksi hadits Rasulullah. Na’am ya Rasulullah..